OPTIMASI PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG MENGGUNAKAN MICROWAVE

Purwanti, Ani and Sulistyaningsih, Eka (2021) OPTIMASI PEMBUATAN KITOSAN DARI LIMBAH KULIT UDANG MENGGUNAKAN MICROWAVE. Other. LPPM Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta, Yogyakarta.

[img] Text (Penelitian)
2.4 Teknik Kimia_Ani Purwanti_Laporan Penelitian LPPM 2021&Lampiran.pdf - Accepted Version

Download (3MB)

Abstract

Kitosan merupakan biopolimer yang diturunkan dari kitin, sumber alam yang yang sangat berlimpah setelah selulosa. Kitosan dapat digunakan sebagai pengawet karena dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme sekaligus melapisi produk yang diawetkan sehingga interaksi antara produk dan lingkungan menjadi minimal. Kitosan dapat dihasilkan dari pengolahan limbah kulit udang (cangkang udang) serta limbah krustasea menggunakan larutan asam dan basa. Isolasi kitosan dari limbah kulit udang secara umum terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap demineralisai, deproteinasi, dan deasetilasi. Isolasi kitosan meliputi pengolahan limbah kulit udang menjadi kitin dan deasetilasi kitin menjadi kitosan. Pada umumnya, produksi kitosan ini menggunakan metode kimiawi yaitu menggunakan larutan asam dan basa. Gelombang mikro (microwave) merupakan sumber tenaga untuk memanaskan maupun menjadi katalis dalam suatu reaksi kimia. Penggunaan gelombang mikro mempunyai keuntungan, yaitu waktu proses yang singkat, efisiensi energi, pengawasan proses yang mudah, serta menghasilkan mutu hasil yang baik. Proses isolasi kitosan secara kimiawi membutuhkan larutan basa kuat dengan konsentrasi tinggi, suhu proses tinggi, dan waktu proses yang lama, sehingga diperlukan suatu inovasi teknologi untuk membuat waktu proses lebih singkat, penggunaan reagen yang lebih sedikit, tetapi dengan hasil kitosan berderajat deasetilasi yang lebih tinggi. Pada penelitian ini, akan dilakukan suatu inovasi pembuatan kitosan dari limbah kulit udang dengan mencari kondisi operasi optimum untuk proses demineralisasi, deproteinasi, dan proses deasetilasi kitin dengan memanfaatkan gelombang mikro (microwave). Proses yang dilakukan dengan melakukan variasi lama proses dan koonsentrasi larutan asam dan basa pada masing-masing tahapan proses. Kitosan hasil akan dianalisa kadar air, kadar abu, viskositas larutan, serta derajat deasetilasinya. Dengan menggunakan microwave ini diharapkan dapat mempersingkat waktu reaksi dan diperoleh derajat deasetilasi kitosan yang tinggi. Isolasi kitin menjadi kitosan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Proses deasetilasi kitin dilakukan dengan menggunakan lama waktu pemanasan yaitu 3, 7, 11, dan 15 menit dan konsentrasi NaOH sebesar 20%, 30%, 40%, dan 50%. Kitin sebanyak 1:20 (m/v) dicampurkan dengan NaOH pada tahap deasetilasi. Campuran diletakkan dalam oven microwave dan dipanaskan pada suhu 60oC. Kitosan dicuci sampai mencapai pH netral kemudian dikeringkan dalam oven sampai diperoleh massa yang konstan. Karakterisasi dilakukan menggunakan instrumen Fourier Transform Infrared (FTIR) dan kemudian dihitung derajat deasetilasinya. Dari perhitungan diperoleh hasil yang optimal dengan derajat deasetilasi kitosan 69,7954%, kadar air sebesar 1,90%, dan kadar abu 0,163% dengan waktu proses deasetilasi selama 3 menit dan menggunakan konsentrasi NaOH 50%.

Item Type: Monograph (Other)
Uncontrolled Keywords: Kitin, Kitosan, Gelombang Mikro
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Fakultas Teknologi Industri > Teknik Kimia (S1)
Depositing User: Ani Purwanti
Date Deposited: 29 Jan 2022 17:09
Last Modified: 29 Jan 2022 17:09
URI: http://eprints.akprind.ac.id/id/eprint/735

Actions (login required)

View Item View Item