USULAN PERBAIKAN KUALITAS SARUNG TANGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK PADA PT CITRA SARUNG TANGAN INDONESIA (CSI)

Jakarudin, Jakarudin (2021) USULAN PERBAIKAN KUALITAS SARUNG TANGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUK PADA PT CITRA SARUNG TANGAN INDONESIA (CSI). Sarjana thesis, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

[img] Text (skripsi)
PDF Skripsi.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

PT Citra Sarung Tangan Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang indistri manufaktur yang membuat produk sarung tangan. Jenis sarung tangan yang diproduksi berbagai jenis sesuai dengan pesanan konsumen. Perusahaan menghasilkan produk yang memiliki kualitas yang baik. dan selalu berupaya agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat menekan jumlah cacat pada produk dengan menetapkan toleransi cacat sebesar 5% dari jumlah produksi. Realisasi produksi yang dihasilkan persentase cacat pada produk yang melebihi batas toleransi sebesar 25%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas sarung tangan jenis dan faktor penyebab terjadi cacat pada produk dengan metode FMEA. Metode FTA digunakan untuk mengidentifikasi top level event pada produk sarung tangan yang akan dilakukan tindakan perbaikan prioritas berdasarkan nilai RPN terbesar melalui fault tree analysis atau pohon kesalahan. Hasil pengolahan dengan metode FMEA menunjukkan pengendalian kualitas, terdapat 6 jenis cacat pada sarung tangan yaitu, jahitan meleset, jahitan kendor, jahitan kerut, jahitan rusak, jahitan salah tag size dan jahitan sempit. Jumlah terbanyak pada jahitan meleset sebesar 1.116 unit dan jumlah paling sedikit pada jahitan salah tag size sebesar 314 unit. Metode FTA yang digunakan untuk mengetahui faktor penyebab yang paling dominan manusia/pekerja, mesin produksi, metode kerja dan material/bahan baku. Berdasarkan nilai RPN jenis cacat yang priortitas dilakukan perbaikan adalah jahitan meleset dengan nilai 245 RPN, jahitan kendor 210 RPN, dan jahitan kerut 169 RPN, sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan serta perbaikan yang diusulkan untuk meminimalisir tingkat kecacatan dan dapat meningkatkan kualitas produk.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Kualitas, Cacat Produk, FMEA dan FTA
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi (S1)
Depositing User: Admin Perpus
Date Deposited: 02 Jun 2021 03:37
Last Modified: 02 Jun 2021 03:37
URI: http://eprints.akprind.ac.id/id/eprint/166

Actions (login required)

View Item View Item