GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUPASIR KARBONATAN PADA FORMASI KEREK DAERAH REPAKING DAN SEKITARNYA KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH 4/9 Lembar Peta RBI Nomor 1408-632 (Kedungjati)

Anjoti, Seaga Oktawa (2021) GEOLOGI DAN ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUPASIR KARBONATAN PADA FORMASI KEREK DAERAH REPAKING DAN SEKITARNYA KECAMATAN WONOSEGORO KABUPATEN BOYOLALI PROVINSI JAWA TENGAH 4/9 Lembar Peta RBI Nomor 1408-632 (Kedungjati). Sarjana thesis, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

[img] Text (skripsi)
SKRIPSI PDF.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (10MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
Kolom Profil LP 26.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Kolom Profil LP 35.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Kolom Profil LP 115.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Kolom Profil LP 172.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Peta Geologi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Peta Geomorfologi.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Peta Lintasan.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Daerah penelitian secara administratif terletak di daerah Repaking dan sekitarnya, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak pada koordinat 7o10’00’’ LS – 7o15’00’’ LS dan 110o37’30” BT – 110o42’30” BT. Tujuan penulisan adalah untuk mengetahui keadaan geologi daerah penulisan, yang meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, dan geologi lingkungan, serta menganalisis lingkungan pengendapan satuan batupasir karbonatan Kerek. Metode penelitian yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap pra lapangan, tahap lapangan dan tahap postlapangan. Tahap lapangan mencakup pengumpulan data. Tahap post lapangan meliputi analisis laboratorium dan studio, sintesis data geologi yang telah dikumpulkan di lapangan. Hasil penelitian meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, geologi lingkungan dan studi kasus. Geomorfologi daerah penelitian dideskripsi sebagai asal struktural yang dibagi lagi menjadi 3 subsatuan yaitu: subsatuan perbukitan bergelombang lemah hogback terdenudasi (S7), subsatuan geomorfik perbukitan lipatan bergelombang sedang-tinggi kompleks struktur terdenudasi (S9a), subsatuan geomorfik perbukitan lipatan bergelombang lemah kompleks struktur terdenudasi (S9b) dan 1 subsatuan asal Fluvial yaitu subsatuan geomorfik dataran aluvial (F2). Pola aliran yang berkembang di daerah penelitian adalah trellis dan subdendritik dengan stadia daerah dewasa yang ditunjukkan oleh geomorfologi asal struktural yang terdenudasi. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan batuan dan 1 endapan campuran. Dari tua ke muda adalah satuan batupasir karbonatan Kerek, napal Kalibeng, batupasir tuffan Kalibeng, kalkarenit Kalibeng, dan endapan campuran. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian berupa sesar dan lipatan. Di daerah penelitian terdapat 8 lipatan, 5 sesar naik dan 5 sesar mendatar yaitu, Antiklin Bobol 1, Sinklin Bobol, Antiklin Bobol 2, Sinklin Bercak, Antiklin Bercak, Sinklin Panimbo, Antiklin Panimbo, Sinklin Karanglangu, Antiklin Karanglangu, Sinklin Padas, Antiklin Padas, Sesar Naik Panimbo, Sesar Naik Repaking diperkirakan, Sesar Naik Karanglangu, Sesar Naik Padas diperkirakan, Sesar Naik Deras diperkirakan, Sesar Mendatar Kanan Karanglangu, Sesar Mendatar Kanan Kalimati, Sesar Mendatar Kanan Bantal, Sesar Mendatar Kiri Padas, dan Sesar Mendatar Kiri Kentengsari, yang memiliki arah tegasan utama relatif dari utara-selatan dengan pola timur-barat sampai baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Sesumber yang terdapat pada daerah penelitian adalah air dan lahan. Bahaya geologi dalam bentuk gerakan tanah berupa longsoran (debris slide). Hasil penampang profil analisis lingkungan pengendapan didapatkan batupasir karbonatan pada Formasi Kerek di daerah penelitian berada pada daerah Mid Fan-Lower Fan (Walker 1978) yang dicirikan oleh interval sequence Bouma (1962) yang berkembang adalah interval T-a, T-c, T-d, dan T-e, yang didominasi oleh fasies Classical Turbidite (CT) (Walker, 1978).

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: Geologi, Lingkungan pengendapan, Batupasir Karbonatan Kerek, dan Formasi Kerek, Daerah Repaking dan Sekitarnya
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi (S1)
Depositing User: Admin Perpus
Date Deposited: 02 Jun 2021 03:20
Last Modified: 02 Jun 2021 03:20
URI: http://eprints.akprind.ac.id/id/eprint/164

Actions (login required)

View Item View Item