GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMORFOLOGI SEBAGAI PENGEMBANGAN TATA GUNA LAHAN PERMUKIMAN DAERAH KLEGO, KECAMATAN SAMBI, KABUPATEN BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH 4/9 Lembar Peta RBI No 1408-612 (Simo)

Prabowo, Pintoko (2021) GEOLOGI DAN ANALISIS GEOMORFOLOGI SEBAGAI PENGEMBANGAN TATA GUNA LAHAN PERMUKIMAN DAERAH KLEGO, KECAMATAN SAMBI, KABUPATEN BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH 4/9 Lembar Peta RBI No 1408-612 (Simo). Sarjana thesis, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

[img] Text (Skripsi)
SKRIPSI PDF.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
PETA GEOLOGI.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA GEOMORFOLOGI.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA KELERENGAN.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA KERENTANAN GERAKAN TANAH.pdf

Download (944kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA LINTASAN.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA RBI.pdf

Download (7MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA REKOMENDASI.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Daerah penelitian terletak ± 102 km kearah timurlaut dari pusat kota Yogyakarta tepatnya di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan secara astronomis daerah penelitian terletak pada posisi 070 27’ 30” – 070 22’ 30” LS dan 1100 40’ 00” – 1100 45’ 00” BT. Tujuan dari penulisan dan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan geologi daerah penelitian meliputi geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi dan geologi lingkungannya, serta analisis geomorfologi sebagai pengembangan tataguna lahan permukiman daerah Klego, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pemetaan geologi permukaan yang meliputi beberapa tahapan, yaitu tahap pra lapangan berupa studi pustaka terdahulu, tahap lapangan yaitu pengambilan data dan tahap pasca lapangan berupa analisis laboratorium dan studio. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 2 subsatuan geomorfik, yaitu subsatuan geomorfik perbukitan bergelombang sedang breksi terdenudasi (D1), subsatuan geomorfik perbukitan bergelombang antiklin dan sinklin terdenudasi (D2). Daerah penelitian memiliki 2 pola pengaliran yaitu sub-trelis dan sub-paralel. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 3 satuan stratigrafi tidak resmi yang berurutan dari tua ke muda adalah satuan batupasir tufan Kerek, satuan breksi laharik Notopuro, satuan breksi andesit Merbabu, dan endapan campuran tidak terpetakan. Struktur geologi daerah penelitian adalah struktur lipatan yaitu Sinklin Pengkol dan Antiklin Tanjung. Sesumber daerah penelitian terdiri dari air, bahan galian non logam, lahan. Rekomendasi zona layak untuk dijadikan pengembangan tata guna lahan permukiman meliputi daerah Simo, Ngelembu, Babadan, Teter, Bendungan, Blagung, Wares, Jagoan, Temon, Bendo, Pojok, Keyongan, Gelonggong, Sumber, Sempu, Kalangan, Beji, Jaten, Blumbang, Tanjung, Semputar, Pengkol, dan Karangkepuh. Daerah dengan rekomendasi kurang layak seperti Desa Sendangrejo, Kalangan, Andong, Sangge, dan Klumpit sebenarnya masih bisa dijadikan lahan permukiman, namun harus memperhatikan aspek yang berkaitan dengan litologi dan struktur lipatan antiklin dan sinklin, maka sebaiknya tidak disarankan untuk membangun bangunan dan infrastruktur melebihi daya kekuatan dari litologi dan struktur yang ada tersebut. Sedangkan daerah dengan zona tidak layak sebaiknya di biarkan menjadi kawasan pertanian seperti menanam tanaman padi, kacang- kacangan dan disarankan untuk ditanami oleh vegetasi besar agar bisa menanggulangi terjadinya gerakan tanah.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: tata guna lahan, permukiman, Klego
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi (S1)
Depositing User: Admin Perpus
Date Deposited: 02 Jun 2021 01:42
Last Modified: 02 Jun 2021 01:42
URI: http://eprints.akprind.ac.id/id/eprint/147

Actions (login required)

View Item View Item