GEOLOGI DAN STUDI ANALISIS HIDROGEOKIMIA KUALITAS AIRTANAH SEBAGAI AIR MINUM DI KECAMATAN NGAMBON DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR 4/9 Lembar peta nomor 1508-512 (Pilangkenceng)

Riyan Hidayat, Yanuar (2021) GEOLOGI DAN STUDI ANALISIS HIDROGEOKIMIA KUALITAS AIRTANAH SEBAGAI AIR MINUM DI KECAMATAN NGAMBON DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BOJONEGORO PROVINSI JAWA TIMUR 4/9 Lembar peta nomor 1508-512 (Pilangkenceng). Sarjana thesis, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.

[img] Text (SKRIPSI)
SKRIPSI PDF.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text
PETA GEOLOGI.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA GEOMORFOLOGI.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PETA LINTASAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Lokasi penelitian terletak ± 175 km ke arah timur laut dari kota Yogyakarta. Secara astronomi daerah penelitian terletak pada posisi 111o40’00” BT - 111o 45’00” BT dan 07o22’30’’ LS - 07o27’30’’ LS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi permukaan yang mencakup aspek geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi pada wilayah penelitian tersebut, sehingga dapat ditentukan sejarah geologinya dan untuk mengetahui hidrogeokimia mataair pada daerah penelitian yang bertujuan untuk digunakan sebagai sumber air minum oleh masyarakat di sekitar daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah dengan pemetaan geologi permukaan, meliputi pengamatan dan deskripsi detail singkapan, pengukuran struktur geologi, pengamatan geomorfologi, potensi bencana dan sumberdaya geologi, pengambilan conto batuan untuk analisis petrografi, pengambilan conto air untuk uji hidrogeokimia, serta tahapan pasca lapangan yaitu analisis laboratorium dan tahap penyusunan laporan. Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 subsatuan geomorfik, yaitu subsatuan geomorfik perbukitan denudasional (D3), subsatuan geomorfik kaki lereng perbukitan (D7), subsatuan geomorfik perbukitan struktural terdenudasi (S8), dan subsatuan geomorfik gawir sesar (S12). Pola pengaliran yang terbentuk di lokasi penelitian yaitu pola pengaliran subdendritik dengan stadia daerah tua pada bagian utara dan muda pada bagian selatan. Stratigrafi daerah penelitian dibagi menjadi 5 satuan batuan. Urutan satuan batuan dari yang tua ke muda adalah satuan perselingan batupasir karbonatan dan napal Kerek, satuan napal Kalibeng. satuan kalkarenit Klitik, satuan breksi andesit Pucangan dan satuan batupasir Kabuh. Struktur geologi yang berkembang berupa Antiklin Bareng, Sesar Naik Nglampin diperkirakan, dan Sesar Mendatar Kiri Bareng. Sesumber yang ada berupa sumberdaya air. Bencana geologi berupa gerakan massa berupa rock fall. Berdasarkan masing-masing sampel air yang telah dianalisis yaitu pada singkapan mataair pada LP 17 dan LP 20 di Kecamatan Ngambon dan Sekitarnya, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Mengacu pada Permenkes 492/Menkes/Per/IV/2010, terhadap 13 paramater uji, sampel air pada daerah penellitian mempunyai kualitas sesuai dengan standar baku air untuk konsumsi, terkecuali pada parameter suhu yang berada di atas batas maksimum, sehingga mikroorganisme dapat berkembang dalam air. Rasa pada LP 17 dan LP 20 menunjukkan nilai di bawah baku mutu, sedangkan kandungan unsur magnesium pada kedua sampel air mempunyai nilai yang tinggi dan berada di atas batas maksimum yang diperbolehkan. Kandungan bakteri koliform mempunyai nilai di atas batas maksimum untuk baku mutu air yang diperbolehkan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Uncontrolled Keywords: geologi, Daerah Ngambon, hidrogeokimia, kualitas air
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral > Teknik Geologi (S1)
Depositing User: Admin Perpus
Date Deposited: 31 May 2021 04:12
Last Modified: 31 May 2021 04:12
URI: http://eprints.akprind.ac.id/id/eprint/142

Actions (login required)

View Item View Item